Apalah artinya uang Rp. 17.000/Hari bagi anda??? Mungkin saat anda menikmati santap siang cepat saji di sebuah mall, anda berpikir bahwa uang Rp. 17.000 tidaklah begitu berarti, anda bisa menikmati satu paket santap siang cepat saji di sebuah Restoran Jepang yang ternama. Kita rela bayar biaya lebih dari Rp 20 ribu rupiah buat bayar iuran keamanan kompleks untuk bayar satpam yang bertugas mengamankan rumah kita, kita pun rela mengikuti arisan yang jumlahnya bisa ratusan ribu per bulan.
Namun, tidakkah anda tahu bahwa ternyata dengan uang Rp. 17.000/Hari yang anda kumpulkan bisa menyelamatkan keluarga anda.
Ya, dengan membayar Premi sebesar Rp 17.000/Hari atau setara dengan Rp. 500.000/Bln maka hidup keluarga anda terjamin, karena dengan berasuransi, berarti anda telah menyelamatkan Istri & Anak anda dari keterpurukan apabila resiko paling buruk terjadi pada anda.
Asuransi diciptakan untuk menyelamatkan mereka yang kemungkinan besar akan terpuruk kondisi finansialnya ketika pencari nafkah, atau tulang punggung dalam keluarga mendapatkan suatu resiko (sakit, cacat tetap total atau meninggal).
Meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko kehidupan itu, namun belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama asuransi. Masih sedikit orang yang “melek” terhadap asuransi, bahkan di kalangan yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut dalam program perlindungan risiko tersebut. Bagi sebagian orang, asuransi dipandang kurang memberi manfaat karena biaya yang harus mereka keluarkan bisa mereka kelola sendiri dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar.
Sebagian lagi malah menganggap asuransi itu seperti judi. Padahal, perbedaannya sangat terang benderang. Dalam judi, orang dihadapkan pada satu dari dua kemungkinan, menang atau kalah. Untung atau rugi. Orang yang berjudi adalah orang yang mencari risiko dan mengambil risiko itu untuk dirinya. Sementara orang yang berasuransi adalah orang yang menghindari risiko. Filosofi asuransi, berbeda dari judi. Filosofi asuransi adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian. Kalau judi bersifat menciptakan risiko dengan mencari keuntungan (dengan risiko yang sama besar akan mendapatkan kerugian), maka asuransi tidak bersifat mencari keuntungan (finansial) tetapi mengurangi dan menghindari risiko.
Sebuah contoh dalam sebuah keluarga bahagia, Seorang Ayah, berpenghasilan Rp. 5 Jt/Bln, sementara sang Istri tidak bekerja atau Full Time Ibu Rumah tangga yang sibuk mengurus ke 2 buah hatinya. Sang Ayah memberikan penghasilannya tersebut kepada sang istri untuk mengelola keuangan keluarga mereka & untuk kehidupan sehari-hari. Jika kita hitung penghasilan ayah yang Rp. 5 Jt/Bln maka dalam Setahun si Ayah memiliki penghasilan Rp. 60 Jt/Tahun atau bisa disebut bahwa ini adalah Nilai Ekonomis si Ayah dalam setahun.
Apabila dalam keluarga tersebut si Ayah (sebagai pencari Nafkah) tidak memiliki Asuransi, apa yang akan terjadi jika Si Ayah di Panggil Tuhan, sementara si Ibu tidak lagi bekerja ? Hal ini berarti Si istri harus kehilangan Rp. 5 Jt/Bln, Mau tidak Mau Isri harus mengambil tabungan sebagai penyambung hidup, namun bagaimana Jika tabungan tersebut habis?? Atau Bagaimana jika ternyata mereka tidak memiliki tabungan?? Haruskah kita rela melihat anak-anak kita harus putus sekolah? Haruskah kita rela bila si Istri harus membanting tulang untuk dapat tetap melanjutkan hidup & berjuang demi anak-anaknya seorang diri?
Tapi lain halnya jika si Ayah memiliki sebuah Polis Asuransi Jiwa, Maka apabila Si Ayah harus di Panggil Tuhan, Si istri tidaklah perlu khawatir akan masa depan dia & Anak-anaknya, karena Polis Asuransi Jiwa dapat menggantikan Nilai Ekonomis si Ayah. Jadi jelaslah bahwa Asuransi Jiwa bukan menggantikan Jiwa si Ayah, karena tidak ada satu pun yang mampu menggantikan jiwa seseorang, tapi Asuransi Jiwa bisa menggantikan Nilai Ekonomis keluarga tersebut.
Terbiasakanlah untuk menyisihkan uang anda, awalnya memang akan sangat sulit melakukan ini, tapi jika dibiasakan tentu akan menjadi mudah dan Anda pasti bisa jika anda peduli terhadap keluarga anda. Jika hal ini rutin anda lakukan tiap bulan, maka saat anda sudah tak mampu bekerja lagi, tabungan investasi anda mungkin sudah mampu membiayai kehidupan anda. Sederhana bukan..?
Jadi apakah anda masih sulit untuk menyisihkan uang anda demi keluarga anda?? So, milikilah asuransi untuk memberikan JAMINAN keuangan pada anak, istri dan orang-orang yang Anda cintai.
Salam sukses!
Iyom
Assosiate Unit Manager – INFIGY GROUP
hone : 08988223545 / 021-92528663
Email : sr_iyom1066@yahoo.com
http://rein4th4.wordpress.com
Dalam rangka meningkatkan pelayanan untuk Nasabah, maka dengan bangga PT. Prudential Indonesia meluncurkan dua produk baru sekaligus untuk manfaat asuransi tambahan mulai bulan Agustus 2009 nanti, yakni.
Sepanjang hidup Anda , Anda pasti punya banyak sekali tujuan keuangan seperti membeli rumah, membiayai pendidikan anak sampai ke jenjang pendidikan tinggi, ataupun sekedar merencanakan liburan istimewa.
Dikutip dari Detik Finance.com
Sebagian besar tujuan orang menabung yaitu untuk mempersiapkan dana darurat apabila terjadi sesuatu, untuk kebutuhan hidup (Sandang, Pangan, Papan), untuk biaya pendidikan anak, untuk keperluan lainnya atau mungkin untuk tujuan lain seperti untuk jalan-jalan, ibadah haji, dsb.
Sadarkah anda bahwa biaya pendidikan terus meningkat hingga 100% dalam 10 tahun mendatang?? Banyak sekali para orang tua yang kurang tanggap akan hal ini, maka dari itu segeralah persiapkan masa depan anak anda sedini mungkin agar impian & cita-cita anak anda terpenuhi kelak.
Beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dengan salah seorang mahasiswa tingkat akhir Program Strata 1 (S1) Jurusan Ekonomi, salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. Dia mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pengetahuan dasar tentang pentingnya memproteksi diri dengan berbagai produk asuransi jiwa.
Sering kali para orang tua bingung apabila ingin menabungkan sebagian dananya untuk keperluan pendidikan si anak dimasa yang akan datang, apakah harus di TABUNGAN PENDIDIKAN atau ASURANSI PENDIDIKAN, kedua program tersebut sama bagusnya, namun pasti ada kekurangan dan kelebihannya tergantung kita sebagai orang tua menyikapinya.
Nurul Qomariyah – detikFinance